Laman

Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Februari 2013

KUMPULAN RISALAH DIRI DALAM MENGENAL AGAMA

بسم الله الرحمن الرحيم

والحمد لله رب العالمين , والصلاة والسلام على سيدنا ومولانا رسول الله محمد صلي الله عليه وسلم وآله واصحابه  ومن تبعهم باحسان الي يوم القيامة أما بعد وهذا رسالة الصغيرة تسمي بكتاب الجواهر الفكرية للفقير محمد علي البائس زين ابن محروم في بيان ملاحظة الموحدين 
في ذكر الله فى علم التصوف  




Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam yang Maha Pengasih tanpa pilih kasih, kasih sayang-Nya tak terbayang. Dialah yang memberikan kekuatan, taufiq, serta hidayah pada al-faqir . Sholawat serta Salam allah yang selalu Tercurahkan pada junjungan Kita yang menjadi Utusan pembawa risalah allah untuk semesta alam Muhammad SAW serta seluaruh keluarganya,sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau - beliau dengan kebaikannya sampai hari qiyamat nanti. dan Risalah kecil ini saya beri nama Kitab Jawaahirul fikriyyah (mutiara pemikiran dari allah) Dalam menerangkan penglihatannya orang-orang yang bertauhid dalam mengingat allah di dalam ilmu tasawuf  semoga tulisan ini bisa memberi penjelasan pada sahabat-sahabat yang ingin memahami ilmu tasawuf sufi.

PENGERTIAN SALIK DAN PEMBAGIANNYA


قال النبي صلي الله عليه وسلم من اعان علي معصية ولو بشطر كلمة كان شريكا له فيها وان كانت نيتك وقصدك بينك وبين الله تعالي من طلب العلم الهداية دون مجرد الرواية فأبشر 




Sabda Nabi Sollallahu 'alaihi wasallah :Siapa saja yang menolong orang di dalam kema'siyatan biarpun setengah kalimah orang itu sudah termasuk bersekutu dengan orang yang berma'siyat tadi (hukumnya sama) namun jika dalam menelongnya karena melihat hubungan antara allah dengan dirimu dan sesamamu maka berbahagialah hati kalian seperti berniat belajar memahami tentang ilmu Hidayah bukan Niatan pribadimu .


اذا سعيت ولكن ينبغي لك ان تعلم قبل كل شيء أن الهداية التي هي ثمرة العلم لها بداية ونهاية وظاهر وباطن ولا وصول الا بعد احكام بدايتها

Sebelum engkau Berjalan dalam mengarungi setiap kehidupan maka lebih baik Niatilah perjalananmu untuk mencari pemahaman (ilmu) tentang semua yang Ada ... karena sesungguhnya Hidayah itu Buahnya Ilmu Bagi sang pejalan, awal - dan akhirNya dhohir dan batinNya, karena engkau tidak akan sampai pada Buahnya ilmu kecuali setelah mentapi akan ketetapan di awalNya niat belajar (hidayah) dariNya



Jika ilmu pengetahuan itu bisa membuat orang bodoh akan sebuah kehormatan dunia,manusia segan kepadamu, kaum terpelajar menghargai dan mencintaimu, apakah alasan itu Belumlah cukup untuk menyemangatimu untuk mencari ilmu ....


Jika kebodohan hanya bisa membuat orang bodoh iri atas orang berilmu dan senang melihat orang yang bodoh seperti mereka, alasan ini cukup untuk mengharuskan kita mencarinya (ilmu) ... 

Jika ilmu pengetahuan dan sikap ketaatan diri dalam meraihnya tidak memiliki tujuan apapun selain membebaskan manusia dari lelahnya kegelisahan dan kecemasan yang membuat pikiran menderita, alasan-alasan itu sangatlah cukup untuk membawa kita untuk mencari ilmu.... 

JADI MALILAH MENJADI SEORANG MUSLIM YANG JAHIL ..... 
NAMUN JADILAH SEORANG MU'MIN YANG UMMII SEBAGAI MANA RO'AITUMUUNII 

SAIYIDUL MUSHTHOFAA AHMAD SAW 



السالك هو الذي مشي علي المقامات بحاله لا بعلمه وتصور ه



Yang di maksud dengan Salik adalah orang yang berjalan pada beberapa kedudukan dengan Tingkahnya bukan dengan Ilmunya dan tingkahnya itu sendiri menggambarkan Ilmunya dengan tingkah yang di amalkannya 


وينقسم الي ثلا ثة اقسام المبتدئ وهو اهل الشريعة وعلمه بعلم اليقين وعلامه عالم الناسوت والمتواسط وهو اهل الطريقة وعلمه بعين اليقين وعلامه عالم الملكوت والمنهي وهو اهل الحقيقة وعلمه بعلم الله اي بحق اليقين وعلامه عالم الجبروت واللاهوت


Dan maqomat salik itu di bagi menjadi 3 : 
MUBTADI'I yaitu Orang'' syairi'at dan ilmunya itu ilmu yaqin dan alamnya itu disebut alam para demit jim syetan (nasut)

MUTAWASHITH yaitu orang-orang Thoriqoh dan ilmunya itu disebut 'ainul yaqin dan alamnya itu disebut alam para malaikat (taat) dengan ketatapanNya .

MUNTAHI yaitu Orang-orang Haqiqat Dan ilmunya itu di sebut ilmunya allah / haqqul yaqin dan alamnya di sebut alam jabarut (nabi dan rosul) serta alam lahut (tanpa batas) karena keluasaan allah itu tidak bisa di ukur dan di kira'' dan semua yang ada itu HAQ milik allah semata.


PENGERTIAN TENTANG SYARIAT 
THORIQOH DAN HAQIQAT




فَشَرِيعَةٌ أَخْذٌ بِدِينِ الخَالِقِ وَقِيَامُهُ بَالأَمْرِ وَالنَّهْيِ انْجَلاَ



Syariat adalah kepatuhan diri untuk tetap dengan agama Allah, untuk mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.





الشريعة لامتثال أوامر الله واجتناب نواهيه ظاهرا وباطنا مع استشعار 
التعظيم لله والهيبة والخشية والرهبة من الله تعالى 


Di umpakan Amaliyah Untuk mematuhi perintah Allah dan menghindari larangan-Nya baik dalam dan luar dengan Ibadahnya diri (kepada Allah) dan ketakwaannya (dari Allah) semata.





وقال ايضا الشريعة هو الذي يتصور ويلاحظ معني لااله الا الله بمعني لا معبود الاالله اي بشهودما من العبد الي الله او من عبد الي العبد


Dan pendapat yang lain mengatakan yang di maksud dengan syari'at adalah seseorang yang menemukan / melihat dengan pemahaman makna LA ILAA HAILLALLAH dengan makna Tidak ada yang di sembah kecuali allah, intinya dalam penyaksiannya di semua ibadah itu dari Hamba kepada allah / dalam perkara umum dari hamba pada hamba, puji hudus pada hudus / hudust ala qodim



وثانيها الا الله وهو حمد القلب الذي يسمى بالطريقة وعلامه عالم الملاكوت 


KEDUA : mengucapkan ILLALLAH yaitu menjadi pujinya HATI dan di sebut dengan sebutan pujinya orang THORIQOH adapun alamnya orang thoriqoh di sebut alam MALAKUT 


وَطَرِيقَةٌ أَخْذٌ بِأَحْوَطَ كَالوَرَع وَعَزِيمَةُ كَرِيَاضَةٍ مُتَبَتِّلاَ


Thoriqoh berarti mengikuti tindakan / tingkah laku dan pencegahan Nabi muhmamad sawdalam kebiasaannya, seperti wara'a (untuk menghindari hal-hal yang sah dalam ketakutan masuk ke hal-hal yang melanggar hukum) dan untuk membuat tekad yang kuat, seperti riyadah (untuk melatih jiwa dan tubuh akan terbiasa untuk melakukan perbuatan baik) terlibat dalam hanya Allah itu berpikir.


وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ


” Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).”

Al-Jin ayat 11 :





وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا



” Dan Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”

dalam Surat Al-Jin ayat 16 :





وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

” Katakanlah (hai Muhammad):

“Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya:

Telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami Telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan.”

Kata “ thoriqoh “ dalam ayat itu berarti “ agama Islam “
demikian beberapa makna thoriqoh dari segi bahasa.

وقال ايضا هو الذي يتصور ويلاحظ معني لااله الا الله بمعني لا مقصود الا الله اي بشهودما من الله الي العبد


Dan pendapat yang lain mengatakan yang di maksud dengan thoriqoh adalah seseorang yang menemukan / melihat dengan pemahaman makna LA ILAA HAILLALLAH dengan makna Tidak ada yang di tuju kecuali allah intinya dalam penyaksiannya orang thoriqoh di semua ibadah itu dari allah kepada hamba / dalam perkara umum dari allah pada hamba, puji qodim pada hudus 
.

لأن وجود عند اهل الشريعة والطريقة وجودان وهو وجود الحق المعبود ووجود الخلق هو العابد اي انسان ووجود الحق هو المقصود ووجود الخلق هو القاصد

Karena dalam pemahaman orang syariat dan orang thoriqoh itu masih ada wujud dua yaitu wujud yang Haq yang di sembah dan wujud ciptaan yaitu yang menyembah (insan) dan wujud haq yaitu yang di maksud dan wujud ciptaan yaitu orang yang mencari yang di maksud.

Minggu, 27 Januari 2013

TERJEMAH MATAN SAFINATUN NAJAH II



فصل شروط التيمم عشرة: أن يكون بتراب وان يكون التراب طاهرا وأن لا يكون مستعملا ولا يخالطه دقيق ونحوه وأن يقصده وأن يمسح وجهه ويديه بضربتين وأن يزيل النجاسة أولا وأن يجتهد في القبلة قبله وأن يكون التيمم بعد دخول الوقت وأن يتيمم لكل فرض .
 (Fasal Dua Belas)
Syarat–Syarat mengerjakan tayammum ada sepuluh, yaitu:
1- Bertayammum dengan tanah.
2- Menggunakan tanah yang suci tidak terkena najis.
3- Tidak pernah di pakai sebelumnya (untuk tayammaum yang fardhu).
4- Murni dari campuran yang lain seperti tepung dan seumpamanya.
5- Mengqoshod atau menghendaki (berniat) bahwa sapuan dengan tanah tersebut untuk di jadikan tayammum.
6- Masuk waktu shalat fardhu tersebut, sebelum tayammum.
7- Bertayammum tiap kali sholat fardhu tiba.
8- Berhati – hati dan bersungguh – sungguh dalam mencari arah qiblat sebelum memulai tayammum.
9- Menyapu muka dan dua tangannya dengan dua kali mengusap tanah tayammum secara masing – masing (terpisah).
10- Menghilangkan segala najis di badan terlebih dahulu.

(فصل) فروض التيمم خمسة : الأول : نقل التراب ، الثاني : النية ، الثالث : مسح الوجه ، الرابع : مسح اليدين إلى المرفقين ، الخامس : الترتيب بين المسحتين
  (Fasal Tiga Belas)
Rukun-rukun tayammum ada lima, yaitu:
1. Memindah debu.
2. Niat.
3. Mengusap wajah.
4. Mengusap kedua belah tangan sampai siku.
5. Tertib antara dua usapan.
(فصل) مبطلات التيمم أربعة : ما أبطل الوضوء والردة وتوهم الماء إن تيمم لفقده والشك .
  
(Fasal Empat Belas)
Perkara yang membatalkan tayammum ada tiga, yaitu:
1. Semua yang membatalkan wudhu’.
2. Murtad.
3. Ragu-ragu terdapatnya air, apabila dia bertayammum karena tidak ada air.


(فصل ) الذي يظهر من النجاسة ثلاثة : الخمر إذا تخللت بنفسها . وجلد الميتة إذا دبغ وما صارا حيوانا .

(Fasal Lima Belas)
Perkara yang menjadi suci dari yang asalnya najis ada tiga, yaitu:
1. Khamar (air yang diperah dari anggur) apabila telah menjadi cuka.
2. Kulit binatang yang disamak.
3. Semua najis yang telah berubah menjadi binatang.

(فصل) النجاسة ثلاثه : مغلظة ومخففة ومتوسطة . المغلظة : نجاسة الكلب والخنزير وفرع أحدهما . والمخففة : بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين. والمتوسطة : سائر النجاسات.


  (Fasal Enam Belas)


Macam macam najis ada tiga, yaitu:
1. Najis besar (Mughallazoh), yaitu Anjing, Babi atau yang lahir dari salah satunya.
2. Najis ringan (Mukhaffafah), yaitu air kencing bayi yang tidak makan, selain susu dari ibunya, dan umurnya belum sampai dua tahun.
3. Najis sedang (Mutawassithoh), yaitu semua najis selain dua yang diatas.

  (فصل ) المغلظة : تطهر بسبع غسلات بعد إزالة عينها ،إحداهن بتراب . والمخففة : تطهر برش الماء عليها مع الغلبة وإزالة عينها .
والمتوسطة تنقسم إلى قسمين: عينية وحكميه . العينية : التي لها لون وريح وطعم فلا بد من إزالة لونها وريحها وطعمها . والحكمية : التي لا لون لها ولا ريح ولاطعم لها يكفيك جري الماء عليها .

(Fasal Tujuh Belas)


Cara menyucikan najis-najis:
Najis besar (Mughallazoh), menyucikannya dengan membasuh sebanyak tujuh kali, salah satunya menggunakan debu, setelah hilang ‘ayin (benda) yang najis.
Najis ringan (Mukhaffafah), menyucikannya dengan memercikkan air secara menyeluruh dan menghilangkan ‘ayin yang najis.
Najis sedang (Mutawassithoh) terbagi dua bagian, yaitu:
1. 'Ainiyyah yaitu najis yang masih nampak warna, bau, atau rasanya, maka cara menyucikan najis ini dengan menghilangkan sifat najis yang masih ada.
2. Hukmiyyah, yaitu najis yang tidak nampak warna, bau dan rasanya, maka cara menyucikan najis ini cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis tersebut.
  
(فصل) أقل الحيض : يوم وليله وغالبة ستة أوسبع وأكثره خمسة عشرة يوما بلياليها . أقل الطهر بين الحيضتين خمسة عشرة يوما وغالبه أربعة وعشرون يوما أو ثلاثة وعشرون يوما ولاحد لأكثرة .أقل النفاس مجة وغالبة أربعون يوما وأكثرة ستون يوما
(Fasal Delapan Belas)
Darah haid yang keluar paling sedikit sehari semalam, namun pada umumnya selama enam atau tujuh hari, dan tidak akan lebih dari 15 hari. Paling sedikit masa suci antara dua haid adalah 15 hari, namun pada umumnya 24 atau 23 hari, dan tidak terbatas untuk masa sucinya. Paling sedikit masa nifas adalah sekejap, pada umumnya 40 hari, dan tidak akan melebihi dari 60 hari.
BAB III : SHALAT

 فصل ) أعذار الصلاة اثنان : النوم والنسيان .


 (Fasal Satu)
 Udzur sholat:
1. Tidur .
2. Lupa.


 (فصل) شروط الصلاة ثمانية : طهارة الحدثين والطهارة عن النجاسة في الثوب والبدن والمكان وستر العورة واستقبال القبلة ودخول الوقت والعلم



 (Fasal Dua)

Syarat sah shalat ada delapan, yaitu:
1. Suci dari hadats besar dan kecil.
2. Suci pakaian, badan dan tempat dari najis.
3. Menutup aurat.
4. Menghadap kiblat.
2. Masuk waktu sholat.
3. Mengetahui rukun-rukan sholat.

بفريضتة وأن لايعتقد فرضا من فروضها سنة واجتناب المبطلات .

4. Tidak meyakini bahwa diantara rukun-rukun sholat adalah sunnahnya
5. Menjauhi semua yang membatalkan sholat.

الأحداث اثنان : أصغر وأكبر . فالأصغر ماأوجب الوضوء . والأكبر ماأوجب الغسل


Macam-macam hadats: Hadats ada dua macam, yaitu: Kecil dan Besar.
Hadats kecil adalah hadats yang mewajibkan seseorang untuk berwudhu’, sedangkan hadats besar adalah hadats yang mewajibkan seseorang untuk mandi.


العورات أربع : عورة الرجل مطلقا والأمة في الصلاة ما بين السرة والركبة .

  Macam macam aurat: Aurat ada empat macam, yaitu:
1. Aurat semua laki-laki (merdeka atau budak) dan budak perempuan ketika sholat, yaitu antara pusar dan lutut.
2. Aurat perempuan merdeka ketika sholat, yaitu seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.
3. Aurat perempuan merdeka dan budak terhadap laki-laki yang ajnabi (bukan muhrim), yaitu seluruh badan.
4. Aurat perempuan merdeka dan budak terhadap laki-laki muhrimya dan perempuan, yaitu antara pusar dan lutut.
(فصل ) أركان الصلاة سبعة عشر : الأول النية ،الثاني تكبيرة الإحرام ، الثالث القيام على القادر في الفرض ،الرابع قراءة الفاتحة ، الخامس الركوع ، السادس الطمأنينة فية ، السابع الإعتدال ،الثامن الطمأنينة فيه ، التاسع السجود مرتين ،العاشر الطمأنينة فية ، الحادي عشر الجلوس بين السجدتين ، الثاني عشر الطمأنينة فية ،الثالث عشر التشهد الأخير ،الرابع عشر القعود فيه ،الخامس عشر : الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ،السادس عشر السلام ،السابع عشر الترتيب .

(Fasal Tiga)

Rukun sholat ada tujuh belas, yaitu:

1. Niat.
2. Takbirotul ihrom (mengucapkan “Allahuakbar).
3. Berdiri bagi yang mampu.
4. Membaca fatihah.
5. Ruku’ (membungkukkan badan).
6. Thuma’ninah (diam sebentar) waktu ruku’.
7. I’tidal (berdiri setelah ruku’).
8. Thuma’ninah (diam sebentar waktu i’tidal).
9. Sujud dua kali.
10. Thuma’ninah (diam sebentar waktu sujud).
11. Duduk diantara dua sujud.
12. Thuma’ninah (diam sebentar ketika duduk).
13. Tasyahud akhir (membaca kalimat-kalimat yang tertentu).
14. Duduk diwaktu tasyahud.
15. Sholawat (kepada nabi).
16. Salam (kepada nabi).
17. Tertib (berurutan sesuai urutannya).