Laman

Kamis, 07 Februari 2013

BERSANDAR PADA IRODAHNYA ALLAH


واعلم ان اسناد التخصيص للارادة مجاز لان المخصص حقيقة هو الله فالارادة سبب فقط فالذي يعتقد ان التخصيص بالارادة او بها والذات فهو كافر واعلم ان الارادة ليست لازمة للامر خلافا للمعتزلة فيريد الخير والشر لكن لا يامر الا بالخير والدليل على ثبوت الارادة له تعالى وجود العالم وتركيبه ان تقول اذا لم يكن مريدا لكان مكرها ولوكان مكرها لكان عاجزا ولوكان عاجزا اتنتفت عنه القدرة ولوانتفت عنه القدرة لم يوجد شيءمن العالم وعدم وجود شيء من العالم باطل لانه خلاف الحس والعيان فبطل ما ادى اليه وهو عجزه تعالى واذا انتفى العجز انتفت الكراهة وثبت نقيضها وهوالارادة واذا ثبت له الارادة استحال عليه لكراهة التي هي ضد الارادة




Ketahuilah sesungguhnya bahwa menyandarkan menentukan pada irodah itu majazy / kiasan saja,dikarenakan penentu yang sebenar-benarnya Dial ah Allah,maka irodah sabab saja.Yang mengi'tiqodkan sesungguhnya me nentukan dengan irodah atau dengannya dan dzat,dia kafir.Ketahuilah se sungguhnya irodah bukan tidak lepas dengan perintah,berbeda pada mu'tazilah,maka menentukan terjadi baik dan buruk,akan tetapi tidak mem erintahkan kecuali dengan kebaikan.Dalil atas berketetapan menentukan bagi Nya Ta'alaa adanya alam,dan argumentasinya jika kau katakan:”Jika tidak menjadi yang menentukan,telah pasti enggan / terpaksa,jikalau ada iya terpaksa / enggan telah pasti lemahnya dan jikalau lemah melakukan kehilangan atas Nya qudorh / kuwasa dan jikalau hilang atas Nya kuwasa / kesanggupan tidak terjadi dari alam sesuatupun dan tidak adanya sesua tu dari alam bathal,dikarenakan bertentangan dengan yang ditemu pera saan dan kenyataan,maka bathal yang mengarahkan padanya dan dia itu lemah Nya Ta'alaa,bila hilang shifat lemah,hilang pula shifat enggan / ter paksa,tetaplah lawannya yaitu menentukan / berkehendak,bila berketetap an berkehendak,mustahil atas Nya enggan/terpaksa yang jadi lawan ber kehendak

PENGERTIAN WUJUD SECARA SYARI'AT



فهو الوجود صفة له تعالى حقيقة بدليل ان علمآء التوحيد اقام عليه الدليل ولوكان عين الذات لم يقيم عليه دليلا وهل يجب على المكلف الجزم بان الوجود عين الذات او غيرها او لا يجب ؟

Maka dia (ada) satu sifat untuk Nya yang haqiqy / sebenarnya Ada, dibuktikan dengan dalil, sungguh ulama'' ahli tauhid telah menegakkan dalil atas wujud / adaNya, meskipun keberadaan Dzat secara spesifik tidak ditegakan dalil atasNya.Apakah diwajibkan atas mukallaf harus yaqin yang pasti pada wujud nya ashlinya Dzat atau yang lain ? atau tidak diwajibkan ?

 فالجواب انه لا يجب وانما الواجب عليه الجزم بان وجوده تعالى واجب! لايقبل الانتفآء ووجوده تعالى من غير مادة ومن غير واسيطة بمعنى انه لم يؤ ثر احد في وجوده تعالى بل وجوده لذاته بمعنى انه لم يفتقر الى من يجيده وذاته اقتضت وجوده
بمعنى انه لم يوجد هو نفسه ثم ان وجوده تعالى قدشهد به كل موجود فلا ينكره الا من طمس الله على بصيرته كالدهرية وهم فرقة ينكرون وجود الصانع ويقولون ان هي الا ارحام تدفع وارض تبلع وما يهلكنا الا الدهر اي الزمن فينصبون الاهلاك للدهر فلذا سموا الدهرية فويل لهم من العذاب الشديد

 Jawaban nya sesungguhnya tidak wajib.

 Hanyalah yang diwajibkan atas mereka (mukallaf) yaqin dengan pasti bahwa ada Nya wajib! Tidak menerima tidak! Dan ada Nya bukan dengan unsur'' dan tidak ada perantara Nya.Dalam artian Sesung guhnya tidak diakibatkan oleh sesuatu yang mengadakan Nya, sebaliknya adanya Dzat Nya tidak butuh pada yang mengadakan dan Dzat Nya itu tidak diciptakan Nya sendiri.Kemudian ada Nya te lah disaksikan kebenarannya oleh tiap'' yang yang ada / makhluq maka tak ada yang mengingkari, terkecuali yang telah dihapus oleh Allah Aqalnya, seperti Dahriyah / Atheis.Mereka golongan yang meng ingkari adanya "pencipta", mereka mengatakan alam rahim yang me lahirkan dan bumi yang menelan, tidak yang membinasakan melain kan zaman / waktu, mereka sandarkan kerusakan pada waktu, oleh sebab itu mereka disebut Dahriyah. Neraka Weil tersedia buat mere ka dengan siksaan'' yang sangat pedih

PENGERTIAN SAMA'IYAAT : QOLAM / PENA

Samaa'iyaat:Qolam/Pena.


Dan wajib pula kita beri'tiqod,Allah menjadikan Qolam,jisim bang sa Nuroniy berupa Lu'lu' (mutiara) yang panjangnya sekira 700 tahun perja lanan,menulis apa'' yang diciptakan Allah dan apa'' yang akan diciptakan Allah,terus menulis hingga hari qiyaamat.Wajib juga kita i'tiqodkan malaaikat yang menulis 'amal'' hamba dan menya lin dari Lauhilmahfudl pada segala miqdar,segala pekerjaan pada sukhuf/lembaran yang kemudian diberikan pada malaaikat hafadloh hasil salinan dari lauh,yang memuat catatan apa'' yang akan dikerjakan hamba,maka pada hari itu hamba berbuat persis seperti yang ada dilembaran suratan tidak lebih dan tidak kurang,begitu disetiap hari.



Berkata Ibnu 'Abbas rodhiyallahu 'anhumaa:

"Apabila habis rizqi seseorang dan putus amalannya pada hari itu dan sampailah a jalnya,tatkala menuntut malaaikat khozaanah,minta catatan sihamba tersebut pada hari ajalnya,maka dikatakan oleh malaaikat hafadloh:"Tidak kami temui apa'' pada hari ini,buat hamba yang kau tanyakan"!Kembalilah malaaikat itu menemui sihamba,ter nyata dia sudah mati.Jadi malaaikat hafadhoh tahu apa saja kerja hamba pada setiap harinya,hingga tahu bila sampai ajal.

Samaa'iyaat : Ahlul Jannah/Syurga (lanjutan)


Diriwayatkan dari Abu Huroiroh RA :"Dan demi Allah yang menu runkan Al-Quran atas Nabi Nya,bahwa Ahli Syurga itu ber tambah'' tiap harinya lebih elok lebih elok terus menerus,sedangkan saat didunia dari muda bertambah tua".Kekuatan lelaki Syurga seratus kali kekuwatan lelaki dunia,seperti itu pula jadinya ukuran makan minum mereka disurga,oleh sebab itu jika mereka me nginginkan makanan,Allah perintahkan pada Widanun Mukholladun dan semua bidadari menghidangkan makana yang diingini da lam seratus hidangan,begitupun kuwat menjimak mereka pada ahlinya dan bidadari,seratus kali lipat dari masa didunianya,be da nya tidak keluar mani disyurga,Dari Ibnu Abbas RAnhumaa meng atakan bila menginginkan buah-buahan Syurga,buah'' itu turun keran jang menghampiri Ahl Syurga yang berbaring berleha-leha (santai),tanpa susah dalam usaha sedikitpun.


Pohon buah Syurga akarnya keudara,sedang cabang dan rantingnya menjuntai kebawah,beda dengan tanaman bumi,akarnya ketanah daun''nya keatas,begitu juga cabang dan rantingnya
.Batang pokonya dari perak dan cabang maupun ran tingnya dari emas,daunya sutra yang halusbertabur permata mu tiara dan marjan,Bila dikehendaki menjulur sendiri menghampiri ahli Syurga yang ingin memakannya.TIdak pernah buang kotoran atau keras atau cair,angin atau apapun.Bila berkehendak makan minum Allah perintah ke bidadari menghantarkan 70 hidangan dalam nampan yaqut mutiara dan marjan,tiap'' nampan terhida ng makanan matang yang tidak tersentuh api,dalam seratus pinggan'' yang indah dari yaqut.emas berhias permata,indah berki lau,sebagai yang difirmankan Allah:


يطاف عليهم بصيحاف من ذهب واكواب وفيها ما تشتهيه الانفس وتلذ الاعين وانتم فيها خالدون


Dikelilingi mereka atas pinggan'' dari emas dan beberapa sendok peciduk makanannya yang diinginkan.dan isi talam,nampan hidangan berisi yang mengiming-imingi nafsu bersedap-sedap atasnya.
Demiki an tak ada yang cemburu,sebab cemburu menimbulkan sakit pe rasaan hati,bukan tempatnya,sakit tak dikenal di Syurga.

ILMU TAUHID AQOI'DUL IMAN DALAM SYARIAT



Adapun PENDAHULUAN masuk untuk menjalankan ilmu tauhid itu di bagi pada tiga pembagian enurut Aqal yang Khowas yang ada lima (panca indra) yaitu, Pendengaran, Penglihatan, Penciuman, Perasa, lidah .

  Menurut Hadist (khobar) yang Mutawatir, yaitu khabar yang turun menurun dari Rosulullah saw.
Adapun penjelasan khobar mutawatir itu dua bagi:

  1. Khobar Mutawatir yang datang dari lidah orang banyak

  2. Khobar Mutawatir yang datang dari lidah rasul-rasul.

  Aqal, yaitu hukum yang mengatur sesuatu hal yang ADA atau TIDAK ADA.
Dan pemahaan  'Aqal itu di bagi menjadi dua :

  1. 'Aqal Nadzori, yaitu akal yang memerlukan pemikiran dan keterangan (dalil).
  2. 'Aqal Dzoruri, yaitu akal yang tidak memerlukan pemikir dan keterangan .

  Adapun Hukum Aqal itu di bagi tiga :

  Wajib Aqal, yaitu Perkara yang tidak bisa diterima oleh akal akan tidak adanya maka wajib adanya (Dzat, Sifat dan af'al Allah)

  Mustahil Aqal, yaitu perkara yang tidak bisa diterima oleh aqal akan adanya maka mustahil adanya ( Segala kebalikan dari sifat yang wajib, sekutu )

  Harus 'Aqal, yaitu perkara yang bisa diterima oleh akal akan adanya atau tiadanya ( Alam dan segala isinya yang baru / diciptakan )


Adapun Aqo'idul Iman itu di bagi menjadi lima pembagian:

1. Aqo'idul Iman 50 : yaitu dengan singkat untuk menjelaskan IMAN kita dan wajib diketahui bagi semua orang islam yang baligh lagi beraqal (mukallaf) laki-laki atau perempuan yang mulai ingin mengerjakan ibadah kepada Allah swt, jikalau  Kita tidak mengetahui tentang Aqo'idul Iman yang singkat ini maka Belum di katakan SAH ibadah kita kepada Allah swt karena di dalam aqidah islamiyah itu diatur dengan aturan mengenal ALLAH dan sifat-sifatnya secara terperinci , karena tidak mungkin kita mengimani (percaya) dengan yaqin jika kita tidak mengetahui aqidah IMAN kita pada ALLAH swt.




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ



dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman.



 مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ وَبِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

Muhammad bin Yahya bin Abu Umar al-Makki dan Bisyr bin al-Hakam keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz -yaitu Ibnu Muhammad ad-Darawardi- dari Yazid bin al-Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Amir bin Sa'ad dari al-Abbas bin Abdul Muththalib bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang ridla dengan Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Rasul, maka dia telah merasakan nikmatnya iman. HADIST muslim NO 4057


Adapun aqo'id IMAN itu : 20 sifat yang wajib dan 20 sifat yang mustahil dan 1 sifat yang harus maka dijumlahkan jadi 41 dan 4 sifat yang wajib bagi rasul dan 4 sifat  yang mustahil  bagi rosul dan 1 sifat yang harus pada rasul maka jadi 9, maka dijumlahkan dengan 41, jadi 50 Aqo'id .

2. Aqo'idul Iman 60

3. Aqo'idul Iman 64

4. Aqo'idul Iman 66

5. Aqo'idul Iman 68

Adapun Aqo'idul Iman yang empat (4) kemudian ini untuk ma'rifat yaitu untuk membedakan dzat Allah Ta'ala yang QODIM (dahulu) dan Baqo' (kekal) dengan dzat yang Hudus (baru) yaitu mahluk, dan membedakan sifat Allah  dengan sifat yang baru dan membedakan perbuatan Allah  dengan perbuatan yang baru, maka semuanya itu benar, hanya perselisihannya pada Rukun Iman saja,
Sebagiannya tidak dimasukkan dalam Rukun Iman yang 4 hal, maka jadi 60, setengahnya dimasukkan Rukun Iman tetapi tidak dimasukkan lawannya, maka jadi 64, dan setengahnya dimasukkan Rukun Iman yang 4 hal dan lawannya , maka jadilah 68 dan yang 66 tidak masyhur sebab tidak dimasukkan satu (1) sifat yang wajib bagi Rasul dan lawannya maka inilah sebab menjadi 66.

Maka baharulah jadi Syahadat itu dua (2) bagi:

1. Syahadat Tauhid, yaitu Ashadu anllaa ilaha ilallah

2. Syahadat Rasul, yaitu Ashadu ana muhammadarrasuulullaah

Adapun Fardhu Syahadat itu dua hal:

1. Diikrarkan dua kalimat itu dengan lidah

2. Ditasdiqkan makna itu kedalam hati

Adapun syarat  Bersyahadat itu empat hal:

1. Di ketahui apa isi didalam dua kalimat itu

2. MengIqrarkan dua kalimat itu dengan lidah bagi yang mampu

3. Ditasdiqkan maknanya itu kedalam hati

4. Diyakinkan sungguh-sungguh dalam hati

Rukun Syahadat itu empat hal:

1. Mengisbatkan (menetapkan) dzat Allah Ta'ala dzat yang wajibul wujudNya

2. Mengisbatkan sifat Allah swt sifat yang kamaalaat atau sifat yang kesempurnaan

3. Mengisbatkan af'al Allah swt memberi bekas dan yang terjadi dalam alam ini semua perbuatannya

4. Mengisbatkan kebenaran Rasulullah dan Muhammad saw itu benar-benar utusan Allah swt

Adapun Kesempurnaan Syahadat itu empat (4) hal:

1. Diketahui

2. Diiqrarkan dengan lidah

3. Ditashdiqkan dengan hati

4. Dilakukan dari dalam hati sampai pada keseluruh anggota (amaliyah)

Yang membinasakan Syahadat itu empat (4) hal:

1. Keraguan hatinya pada Allah swt

2. Menduakan (syirik) Allah swt

3. Menyangkal dirinya dijadikan Allah swt

4. Tidak ada mengisbatkan dzat, sifat dan af'al Allah swt dan kebenaran Rasul

Adapun dzikir itu di bagi tiga (3) bagian

1. Dzikir lidah yaitu: LAA ILAAHA ILLALLAH

2. Dzikir hati yaitu: ALLAH

3. Dzikir sirr yaitu: HUWA

Adapun LAA ILAAHA ILLALLAH itu dzikirnya orang Syari'at

Adapun ALLAH-ALLAH itu dzikirnya orang Thoriqot

Adapun HUWA-HUWA itu dzikirnya orang-orang Hakikat

LAA ILAA HA ILLALLAH itu makanan Jasmani

ALLAH - ALLAH  itu makanan Qolbu

HUWA - HUWA itu makanan Ruhani

MAKNA ISMU DZAT ( ALLAH )

ALIF = Dzat

LAM AWAL = Sifat

LAM AKHIR = af'al

HA' = Asma '

============================================
ADAPUN DASAR-DASAR HADIST TENTANG AQAL
DALAM KITAB HADIST DI SEBUTKAN



Kitab Bukhari  37 Hadist
Kitab Muslim 19 hadist
Kitab Abu daud 33 hadist
Kitab Tarmidzi 20 hadist
Kitab Nisai 29 hadist
Kitab Ibnu majah 16 hadis
Kitab ahmad 76 hadist
Kitab Malik 6 hadist
Kitab Dayromi 18 hadist






============================================
ADAPUN DASAR-DASAR HADIST YANG MENJELASKAN 
TENTANG  IMAN ITU 


Kitab Bukhari 59 Hadist

Kitab Muslim 36 hadist
Kitab Abu daud 14 hadist
Kitab Tarmidzi 27 hadist
Kitab Nisai 15 hadist
Kitab Ibnu majah 27 hadis
Kitab ahmad 194 hadist
Kitab Malik 3 hadist
Kitab Dayromi 9 hadist




 خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ 
عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا



"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari raya 'Iidul Adlha atau Fitri keluar menuju tempat sholat, beliau melewati para wanita seraya bersabda: "Wahai para wanita! Hendaklah kalian bersedekahlah, sebab diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka." Kami bertanya, "Apa sebabnya wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Kalian banyak melaknat dan banyak mengingkari pemberian suami. Dan aku tidak pernah melihat dari tulang laki-laki yang akalnya lebih cepat hilang dan lemah agamanya selain kalian." Kami bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apa tanda dari kurangnya AQAL dan lemahnya agama ? Beliau menjawab: Bukankah persaksian seorang wanita setengah dari persaksian laki-laki  Kami jawab, "Benar." Beliau berkata lagi: Itulah kekurangan akalnya. Dan bukankah seorang wanita bila dia sedang haid dia tidak shalat dan puasa?" Kami jawab, "Benar." Beliau berkata: "Itulah kekurangan agamanya.



Kalimat MUsyarrofah:

"لا اله الا الله"

Berkata Syaikh Sanusy:

  واما استعنآؤه جل وعز عن كل ماسواه فهو يجب له الوجود والقدم والبقاء ومخالفته للحوادث والقيام بالنفس والتنزه عن النقئص ويدخل في ذلك وجوب السمع والبصر والكلام اذ لولم يجب له هذه الصفات لكان محتاجا الى المحدث او الى المحل او الى من يدفع عنه النقائص

Adapun tidak butuh Jalla wa'Azza dari tiap'' selain Nya, maka wajib bagi Nya: 

Wujud, Qidam, Baqo ', Mukholafah lilhawaadits, Qiyaamu binafsih, Tanazzuhu' aninnaqooish, terkandung didalam hal itu wajib Sama ', Bashor, KaLaAm, jika tidak ada pada Nya sifat'' tersebut, jadilah Dia butuh pada Muhdits atau Mahal atau pada siapa saja yang dapat menolakan dari kekurangan Nya.Wajib juga termasuk di dalamnya tiga sifat ma'nawiyah Smii'an, bashiiron, Muta kalliman.
Semua ada sebelas

sifat:

1: Sifat Nafshiyah Wujud.

4: Sifat Salbiyah Qidam, Baqo ', Mukholafah lilhawadits, Qiyamuhu binafsih.

3: Sifat Ma'any Sama ', Bashor, Kalam.

  3: Sifat ma'nawiyah Samii'an, Bashiiron, Mutakalliman.

  ويؤخذ منه تنزهه تعالى عن الاغراض في افعاله واحكامه والا لزم افمقاره الى ما يحصل غرضه كيف وهو جل وعز الغنى عن كل ما سواه

Diperoleh faham dari suci Allah Ta'alaa dari mengambil untung / manfaat dari berbagai pekerjaan dan penetapan hukum'' Nya, jika tidak mengharuskan butuh Dia pada yang menghasilkan kemanfa'atannya. Bagaimana mungkin? Dia Jalla wa'azza yang Kaya / Tak butuh dari tiap'' selain Nya.
Ma'na Ghorodh itu: "Cari kemanfa'atan / mashlahah dari berbagai pekerjaan Allah
(Maha suci Dia) dalam menja dikan makhluq atau pada mengatur Hukum'' Syar'i, di tujukan pada makhluq atau untuk Allah sendiri; kedua per kara tersebut mustahil terjadi, pada haq Allah yang ti dak butuh pada selain Nya

Sabtu, 02 Februari 2013

KUMPULAN RISALAH DIRI DALAM MENGENAL AGAMA

بسم الله الرحمن الرحيم

والحمد لله رب العالمين , والصلاة والسلام على سيدنا ومولانا رسول الله محمد صلي الله عليه وسلم وآله واصحابه  ومن تبعهم باحسان الي يوم القيامة أما بعد وهذا رسالة الصغيرة تسمي بكتاب الجواهر الفكرية للفقير محمد علي البائس زين ابن محروم في بيان ملاحظة الموحدين 
في ذكر الله فى علم التصوف  




Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam yang Maha Pengasih tanpa pilih kasih, kasih sayang-Nya tak terbayang. Dialah yang memberikan kekuatan, taufiq, serta hidayah pada al-faqir . Sholawat serta Salam allah yang selalu Tercurahkan pada junjungan Kita yang menjadi Utusan pembawa risalah allah untuk semesta alam Muhammad SAW serta seluaruh keluarganya,sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau - beliau dengan kebaikannya sampai hari qiyamat nanti. dan Risalah kecil ini saya beri nama Kitab Jawaahirul fikriyyah (mutiara pemikiran dari allah) Dalam menerangkan penglihatannya orang-orang yang bertauhid dalam mengingat allah di dalam ilmu tasawuf  semoga tulisan ini bisa memberi penjelasan pada sahabat-sahabat yang ingin memahami ilmu tasawuf sufi.

PENGERTIAN SALIK DAN PEMBAGIANNYA


قال النبي صلي الله عليه وسلم من اعان علي معصية ولو بشطر كلمة كان شريكا له فيها وان كانت نيتك وقصدك بينك وبين الله تعالي من طلب العلم الهداية دون مجرد الرواية فأبشر 




Sabda Nabi Sollallahu 'alaihi wasallah :Siapa saja yang menolong orang di dalam kema'siyatan biarpun setengah kalimah orang itu sudah termasuk bersekutu dengan orang yang berma'siyat tadi (hukumnya sama) namun jika dalam menelongnya karena melihat hubungan antara allah dengan dirimu dan sesamamu maka berbahagialah hati kalian seperti berniat belajar memahami tentang ilmu Hidayah bukan Niatan pribadimu .


اذا سعيت ولكن ينبغي لك ان تعلم قبل كل شيء أن الهداية التي هي ثمرة العلم لها بداية ونهاية وظاهر وباطن ولا وصول الا بعد احكام بدايتها

Sebelum engkau Berjalan dalam mengarungi setiap kehidupan maka lebih baik Niatilah perjalananmu untuk mencari pemahaman (ilmu) tentang semua yang Ada ... karena sesungguhnya Hidayah itu Buahnya Ilmu Bagi sang pejalan, awal - dan akhirNya dhohir dan batinNya, karena engkau tidak akan sampai pada Buahnya ilmu kecuali setelah mentapi akan ketetapan di awalNya niat belajar (hidayah) dariNya



Jika ilmu pengetahuan itu bisa membuat orang bodoh akan sebuah kehormatan dunia,manusia segan kepadamu, kaum terpelajar menghargai dan mencintaimu, apakah alasan itu Belumlah cukup untuk menyemangatimu untuk mencari ilmu ....


Jika kebodohan hanya bisa membuat orang bodoh iri atas orang berilmu dan senang melihat orang yang bodoh seperti mereka, alasan ini cukup untuk mengharuskan kita mencarinya (ilmu) ... 

Jika ilmu pengetahuan dan sikap ketaatan diri dalam meraihnya tidak memiliki tujuan apapun selain membebaskan manusia dari lelahnya kegelisahan dan kecemasan yang membuat pikiran menderita, alasan-alasan itu sangatlah cukup untuk membawa kita untuk mencari ilmu.... 

JADI MALILAH MENJADI SEORANG MUSLIM YANG JAHIL ..... 
NAMUN JADILAH SEORANG MU'MIN YANG UMMII SEBAGAI MANA RO'AITUMUUNII 

SAIYIDUL MUSHTHOFAA AHMAD SAW 



السالك هو الذي مشي علي المقامات بحاله لا بعلمه وتصور ه



Yang di maksud dengan Salik adalah orang yang berjalan pada beberapa kedudukan dengan Tingkahnya bukan dengan Ilmunya dan tingkahnya itu sendiri menggambarkan Ilmunya dengan tingkah yang di amalkannya 


وينقسم الي ثلا ثة اقسام المبتدئ وهو اهل الشريعة وعلمه بعلم اليقين وعلامه عالم الناسوت والمتواسط وهو اهل الطريقة وعلمه بعين اليقين وعلامه عالم الملكوت والمنهي وهو اهل الحقيقة وعلمه بعلم الله اي بحق اليقين وعلامه عالم الجبروت واللاهوت


Dan maqomat salik itu di bagi menjadi 3 : 
MUBTADI'I yaitu Orang'' syairi'at dan ilmunya itu ilmu yaqin dan alamnya itu disebut alam para demit jim syetan (nasut)

MUTAWASHITH yaitu orang-orang Thoriqoh dan ilmunya itu disebut 'ainul yaqin dan alamnya itu disebut alam para malaikat (taat) dengan ketatapanNya .

MUNTAHI yaitu Orang-orang Haqiqat Dan ilmunya itu di sebut ilmunya allah / haqqul yaqin dan alamnya di sebut alam jabarut (nabi dan rosul) serta alam lahut (tanpa batas) karena keluasaan allah itu tidak bisa di ukur dan di kira'' dan semua yang ada itu HAQ milik allah semata.


PENGERTIAN TENTANG SYARIAT 
THORIQOH DAN HAQIQAT




فَشَرِيعَةٌ أَخْذٌ بِدِينِ الخَالِقِ وَقِيَامُهُ بَالأَمْرِ وَالنَّهْيِ انْجَلاَ



Syariat adalah kepatuhan diri untuk tetap dengan agama Allah, untuk mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.





الشريعة لامتثال أوامر الله واجتناب نواهيه ظاهرا وباطنا مع استشعار 
التعظيم لله والهيبة والخشية والرهبة من الله تعالى 


Di umpakan Amaliyah Untuk mematuhi perintah Allah dan menghindari larangan-Nya baik dalam dan luar dengan Ibadahnya diri (kepada Allah) dan ketakwaannya (dari Allah) semata.





وقال ايضا الشريعة هو الذي يتصور ويلاحظ معني لااله الا الله بمعني لا معبود الاالله اي بشهودما من العبد الي الله او من عبد الي العبد


Dan pendapat yang lain mengatakan yang di maksud dengan syari'at adalah seseorang yang menemukan / melihat dengan pemahaman makna LA ILAA HAILLALLAH dengan makna Tidak ada yang di sembah kecuali allah, intinya dalam penyaksiannya di semua ibadah itu dari Hamba kepada allah / dalam perkara umum dari hamba pada hamba, puji hudus pada hudus / hudust ala qodim



وثانيها الا الله وهو حمد القلب الذي يسمى بالطريقة وعلامه عالم الملاكوت 


KEDUA : mengucapkan ILLALLAH yaitu menjadi pujinya HATI dan di sebut dengan sebutan pujinya orang THORIQOH adapun alamnya orang thoriqoh di sebut alam MALAKUT 


وَطَرِيقَةٌ أَخْذٌ بِأَحْوَطَ كَالوَرَع وَعَزِيمَةُ كَرِيَاضَةٍ مُتَبَتِّلاَ


Thoriqoh berarti mengikuti tindakan / tingkah laku dan pencegahan Nabi muhmamad sawdalam kebiasaannya, seperti wara'a (untuk menghindari hal-hal yang sah dalam ketakutan masuk ke hal-hal yang melanggar hukum) dan untuk membuat tekad yang kuat, seperti riyadah (untuk melatih jiwa dan tubuh akan terbiasa untuk melakukan perbuatan baik) terlibat dalam hanya Allah itu berpikir.


وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ


” Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).”

Al-Jin ayat 11 :





وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا



” Dan Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”

dalam Surat Al-Jin ayat 16 :





وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

” Katakanlah (hai Muhammad):

“Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya:

Telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami Telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan.”

Kata “ thoriqoh “ dalam ayat itu berarti “ agama Islam “
demikian beberapa makna thoriqoh dari segi bahasa.

وقال ايضا هو الذي يتصور ويلاحظ معني لااله الا الله بمعني لا مقصود الا الله اي بشهودما من الله الي العبد


Dan pendapat yang lain mengatakan yang di maksud dengan thoriqoh adalah seseorang yang menemukan / melihat dengan pemahaman makna LA ILAA HAILLALLAH dengan makna Tidak ada yang di tuju kecuali allah intinya dalam penyaksiannya orang thoriqoh di semua ibadah itu dari allah kepada hamba / dalam perkara umum dari allah pada hamba, puji qodim pada hudus 
.

لأن وجود عند اهل الشريعة والطريقة وجودان وهو وجود الحق المعبود ووجود الخلق هو العابد اي انسان ووجود الحق هو المقصود ووجود الخلق هو القاصد

Karena dalam pemahaman orang syariat dan orang thoriqoh itu masih ada wujud dua yaitu wujud yang Haq yang di sembah dan wujud ciptaan yaitu yang menyembah (insan) dan wujud haq yaitu yang di maksud dan wujud ciptaan yaitu orang yang mencari yang di maksud.

Senin, 28 Januari 2013

SEJARAH BURDAH NABI MUHAMMAD SAW


Qasidah Burdah dikarang oleh Imam al-Busiri yang dilahirkan pada tahun 610 Hijrah (1213 Masehi) dan meninggal pada tahun 695 Hijrah (1296 Masehi). Ia diasuh oleh ayahnya sendiri dalam mempelajari al-Qur'an dan ilmu pengetahuan yang lain. Untuk memperdalamkan lagi ilmu agama dan sastra Arab, Imam al-Busiri lalu pindah ke Kairo. Di Kairo, Imam al-Busiri menjadi seorang sastrawan dan penyair yang ulung. Kemahirannya dalam bidang syair mengatasi para penyair lain dizamannya. Karya-karya kaligrafinya juga terkenal dengan keindahannya. Gurunya yang paling utama adalah Abdul Abbas al-Mursi yang merupakan anak murid kepada pendiri tariqat Shazili yaitu Imam Abul Hasan as-Shazili.

Manuskrip burdah yang masih tersimpan











 Qasidah Burdah memiliki 160 bait (masih dalam proses pencarian karena ada pendapat mengatakan lebih, mungkin 180) yang ditulis dengan gaya bahasa atau uslub yang menarik, lembut dan elegan. Imam al-Busiri menerjemahkan kehidupan Nabi Muhammad saw kedalam bentuk bait-bait puisi yang sangat indah. Dengan bahasa yang begitu indah, Imam al-Busiri telah berhasil menanamkan kecintaan dan kasihnya umat Islam kepada Junjungan Besar Nabi Muhammad saw dengan lebih mendalam. Selain dari rasa kecintaan dan kasih yang mendalam terhadap Nabi saw, nilai-nilai sastra, sejarah dan moral juga terkandung dalam qasidah tersebut. Karenanya, tidak heran bila qasidah ini selalu saja dibaca di lembaga-perguruan tradisional malah qasidah ini juga diajarkan di Universitas al-Azhar, Mesir.

 Imam al-Busiri hidup dalam zaman transisi atau perpindahan kekuasaan dinasti Ayyubiyyah ke dinastik Mamalik Bahriyah. Pada saat itu, kerusuhan politik semakin gawat, akhlak masyarakat merosot dan para pemerintah terlalu mengejar kemewahan. Maka dalam suasana serba kekalutan itu, muncullah Qasidah yang dikarang oleh Imam al-Busiri yang seakan-akan mengajak manusia kembali mencontoh kehidupan Nabi saw yang berbasis uswatun hasanah yakni suri tauladan yang baik, mengontrol hawa nafsu dan kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya yang berbasis al -Quran dan Hadits.

 Burdah yang menjadi tema utama dalam karya al-Busiri itu adalah merujuk kepada jubah / selendang putih yang dipakai oleh Nabi Muhammad saw. Burdah milik Nabi Muhammad saw ini telah diberikan kepada Ka'ab bin Zuhair bin Abi Salma, seorang penyair terkenal Muhadramin (penyair dua zaman yaitu Jahiliyyah dan Islam). Riwayat pemberian burdah oleh Rasulullah saw kepada Ka'ab bin Zuhair dimulai ketika Ka'ab selalu menggubah syair yang mengejek-ejek Nabi saw dan para sahabat. Karena rasa jiwanya terancam, ia lari bersembunyi untuk melindungi diri dari kemarahan para sahabat. Ketika terjadi penaklukan Makkah, saudara Ka'ab yang bernama Bujair bin Zuhair mengutus surat kepadanya yang isinya antara lain menganjurkan Ka'ab agar pulang bertobat dan bertemu Rasulullah saw.

 Setelah memahami isi surat itu, Ka'ab pun pulang ke rumah dan bertobat. Ka'ab lalu berangkat menuju Madinah. Melalui Abu Bakar as-Siddiq, Ka'ab menyerahkan diri kepada Rasulullah saw. Ka'ab mendapat penghormatan yang tinggi dari Rasulullah saw sampai beliau melepaskan burdahnya dan diberikan kepada Ka'ab. Ka'ab kemudian menggubah sebuah qasidah yang dikenal dengan nama Qasidah Burdah. Qasidah ini ditulis dengan indah oleh seorang ahli kaligrafi, Hasyim Muhammad al-Baghdadi dalam kitab kaligrafinya yang berjudul Qawaid al-Khat al-Arabi. Burdah yang diberikan oleh Rasulullah saw kepada Ka'ab kemudian menjadi milik keluarga Ka'ab sampai ia dibeli oleh Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan dengan harga dua puluh ribu dirham. Burdah itu kemudian dibeli pula oleh Khalifah Abu Ja'far al-Mansur dari dinasti Abbasiyah dengan harga empat puluh ribu dirham. Burdah itu selanjutnya dipakai pada setiap kali shalat hari raya oleh khalifah dan kemudian menjadi tradisi turun-temurun.



Manuskrip qasidah burdah yang ditulis tangan

 Diringkas sehingga bagaimana Qasida Burdah ini menjadi terkenal dimulai saat Imam al-Busiri tiba-tiba jatuh sakit dan terserang penyakit Syalal (lumpuh). Menurut catatan ahli tanggal, ia lumpuh separuh badan. Tabib-tabib yang terkemuka gagal mengobati penyakitnya. Dalam kondisi kesakitan dan tidak berdaya, Imam al-Busiri mengarang qasidah yang terkait dengan Nabi Muhammad saw. Qasidah-qasidah ini disusun dengan begitu indah dan diulang-ulang oleh Imam al-Busiri. Puncaknya, pada satu malam ketika Imam al-Busiri tertidur, ia bermimpi melagukan qasidah-qasidah yang dikarangnya di depan Baginda Rasulullah saw sendiri. Rasulullah saw dalam mimpi tersebut begitu gembira dan menyukai qasidah tersebut, lantas beliau mengusap muka Imam al-Busiri dengan kedua tangan beliau yang mulia. Rasulullah saw juga menyentuh bagian tubuh Imam al-Busiri yang lumpuh dan memakaikan Imam al-Busiri dengan burdah beliau.

Setelah tersadar dari mimpi tersebut, Imam al-Busiri menemukan ia tidak lagi lumpuh! Imam al-Busiri dengan segera keluar dari tempatnya untuk menceritakan kisahnya kepada orang lain. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang bertanya kepadanya, "Syeikh, bawakan kepadaku qasidah-qasidah yang telah kau karang pada Nabi SAW." Terkejut dengan permintaan pemuda tersebut, Imam al-Busiri bertanya, "Dimanakah Anda mengetahui tentang qasidah yang kukarang? Aku tidak pernah menceritakannya maupun melagukannya kepada siapapun!! "Jawab pemuda tersebut,

 "Aku bermimpi malam tadi bahwa Nabi SAW didendangkan dengan qasidah-qasidah yang cukup indah yang memuji beliau. Aku lihat beliau begitu gembira dan menyukai qasidah tersebut dan memakaikan pakaian beliau (burdah) kepada orang yang melagukan qasidah tersebut ... Dan aku melihatmu dalam mimpiku! "

 Sejak saat itu, Qasidah Burdah yang dikarang oleh Imam al-Busiri menjadi masyhur. Anak-anak Islam pada zaman silam diajarkan tentangnya dan menjadi nasyid harian. Bahkan banyak di antara 'ulama Islam seperti Ibnu Hajar Haithami yang menganggap harus untuk mempelajari qasidah ini untuk siswa ilmu Islam untuk memupuk kecintaan terhadap baginda Rasulullah SAW. Selain dari Qasidah Burdah, sebuah lagi qasidah yang sangat terkenal yang ditulis oleh Imam al-Busiri adalah Qasidah Mudariyya.

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله وعلى آله وسلم تسليماً كثيراً

TERJEMAH MATAN SAFINATUN NAJAH V



BAB V : "ZAKAT"



فصل الأموال التي تلزم فيها الزكاة ستة أنواع: النعم والنقدان والمعشرات وأموال التجارة ، وواجبها ربع عشر قيمة عروض التجارة والركاز والمعدن


(Fasal Satu)

Harta yang wajib di keluarkan zakatnya ada enam macam, yaitu:
1. Binatang ternak.
2. Emas dan perak.
3. Biji-bijian (yang menjadi makanan pokok).
4. Harta perniagaan. Zakatnya yang wajib di keluarkan adalah 4/10 dari harta tersebut.
5. Harta yang tertkubur.
6. Hasil tambang.




BAB VI : "PUASA"




فصل يجب صوم رمضان بأحد أمور خمسة : (أحدها ) بكمال شعبان ثلاثين يوما (وثانيها) برؤية الهلال في حق من رآه وان كان فاسقا (وثالثا) بثبوته في حق من لم يره بعدل شهادة (ورابعا) بإخبار عدل رواية موثوق به سواء وقع في القلب صدق أم لا أوغيره موثوق به إن وقع في القلب صدقه (وخامسها) بظن دخول رمضان بالإجتهاد فيمن اشتبه عليه ذلك .


(Fasal Satu)

Puasa Ramadhan diwajibkan dengan salah satu ketentuan-ketentuan berikut ini:
1. Dengan mencukupkan bulan sya’ban 30 hari.
2. Dengan melihat bulan, bagi yang melihatnya sendiri.
3. Dengan melihat bulan yang disaksikan oleh seorang yang adil di muka hakim.
4. Dengan Kabar dari seseorang yang adil riwayatnya juga dipercaya kebenarannya, baik yang mendengar kabar tersebut membenarkan ataupun tidak, atau tidak dipercaya akan tetapi orang yang mendengar membenarkannya.
5. Dengan beijtihad masuknya bulan Ramadhan bagi orang yang meragukan dengan hal tersebut.




فصل شروط صحته أربعة أشياء : إسلام وعقل ونقاء من نحو حيض وعلم بكون الوقت قبلا للصوم .


(Fasal Kedua)

Syarat sah puasa ramadhan ada empat (4) perkara, yaitu:
1. Islam.
2. Berakal.
3. Suci dari seumpama darah haidh.
4. Dalam waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa.




فصل شروط وجوبه خمسة اشياء : اسلام وتكليف وإطاقة وصحه وإقامة .


(Fasal Ketiga)

Syarat wajib puasa ramadhan ada lima perkara, yaitu:
1. Islam.
2. Taklif (dibebankan untuk berpuasa).
3. Kuat berpuasa.
4. Sehat.
5. Iqamah (tidak bepergian).


Selanjutnya

Minggu, 27 Januari 2013

TERJEMAH MATAN SAFINATUN NAJAH III


(فصل) النيه ثلاث درجات : إن كانت الصلاة فرضا وجب قصد الفعل والتعيين والفرضية وإن كانت نافلة مؤقتة كراتبة او ذات سبب وجب قصد الفعل والتعيين ، وان كانت نافلة مطلقة وجب قصد الفعل فقط .
الفعل :أصلي والتعيين: ظهرا أو عصرا و الفرضية : فرضا


(Fasal Empat)


Niat itu ada tiga derajat, yaitu:
3. Jika sholat yang dikerjakan fardhu, diwajibkanlah niat qasdul fi’li (mengerjakan shalat tersebut), ta’yin (nama sholat yang dikerjakan) dan fardhiyah (kefardhuannya).
4. Jika sholat yang dikerjakan sunnah yang mempunyai waktu atau mempunyai sebab, diwajibkanlah niat mengerjakan sholat tersebut dan nama sholat yang dikerjakan seperti sunah Rowatib (sebelum dan sesudah fardhu-fardhu).
5. Jika sholat yang dikerjakan sunnah Mutlaq (tanpa sebab), diwajibkanlah niat mengerjakan sholat tersebut saja.
Yang dimaksud dengan qasdul fi’li adalah aku beniat sembahyang (menyenghajanya), dan yang dimaksud ta’yin adalah seperti dzuhur atau asar, adapun fardhiyah adalah niat fardhu.

(فصل) شروط تكبيرة الإحرام : ستة عشرة أن تقع حالة القيام في الفرض وأن تكون بالعربيه وأن تكون بلفظ الجلالة وبلفظ أكبر والترتيب بين اللفظتين وأن لايمد همزة الجلالة وعدم مد باء أكبر وأن لا يشدد الباء وأن لايزيد واواً ساكنة أو متحركة بين الكلمتين ، وأن لايزيد واوا قبل الجلالة وأن لايقف بين كلمتي التكبير وقفة طويلة ولا قصيرة ، وأن يسمع نفسة جميع حروفها ودخول الوقت في المؤقت وإيقاعها حال الإستقبال وأن لا يخل بحرف من حروفها وتأخير تكبيرة المأموم عن تكبيرة الإمام.


(Fasal Lima)


Syarat takbirotul ihrom ada enam belas, yaitu:
1. Mengucapkan takbirotul ihrom tersebut ketika berdiri (jika sholat tersebut fardhu).
2. Mengucapkannya dengan bahasa Arab.
3. Menggunakan lafal “Allah”.
4. Menggunakan lafal “Akbar”.
5. Berurutan antara dua lafal tersebut.
6. Tidak memanjangkan huruf “Hamzah” dari lafal “Allah”.
7. Tidak memanjangkan huruf “Ba” dari lafal “Akbar”.
8. Tidak mentaysdidkan (mendobelkan/mengulang) huruf “Ba” tersebut.
9. Tidak menambah huruf “Waw” berbaris atau tidak antara dua kalimat tersebut.
10. Tidak menambah huruf “Waw” sebelum lafal “Allah”.
11. Tidak berhenti antara dua kalimat sekalipun sebentar.
12. Mendengarkan dua kalimat tersebut.
13. Masuk waktu sholat tersebut jika mempuyai waktu.
14. Mengucapkan takbirotul ihrom tersebut ketika menghadap qiblat.
15. Tidak tersalah dalam mengucapkan salah satu dari huruf kalimat tersebut.
16. Takbirotul ihrom ma’mum sesudah takbiratul ihrom dari imam.


(فصل ) شروط الفاتحة عشرة : الترتيب والموالاة ومراعاة تشديداتها وأن لا يسكت سكتة طويلة ولا قصيرة يقصد قطع القراءة وقراءة كل آياتها ومنها البسملة وعدم اللحن المخل بالمعنى وأن تكون حالة القيام في الفرض ، وأن يسمع نفسة القراءة وأن لا يتخللها ذكر أجنبي .


(Fasal Enam)


Syarat-syarat sah membaca surat al-Fatihah ada sepuluh, yaitu:
1. Tertib (yaitu membaca surat al-Fatihah sesuai urutan ayatnya).
2. Muwalat (yaitu membaca surat al-Fatihah dengan tanpa terputus).
3. Memperhatikan makhroj huruf (tempat keluar huruf) serta tempat-tempat tasydid.
4. Tidak lama terputus antara ayat-ayat al-Fatihah ataupun terputus sebentar dengan niat memutuskan bacaan.
5. Membaca semua ayat al-Fatihah.
6. Basmalah termasuk ayat dari al-fatihah.
7. Tidak menggunakan lahan (lagu) yang dapat merubah makna.
8. Memabaca surat al-Fatihah dalam keaadaan berdiri ketika sholat fardhu.
9. Mendengar surat al-Fatihah yang dibaca.
10. Tidak terhalang oleh dzikir yang lain.

(فصل) تشديدات الفاتحة أربع عشرة : بسم الله فوق اللام ، الرَّحمن فوق الراء ، الرَّحيم فوق الراء ، الحمد لله فوق لام الجلالة ، ربُّ العالمين فوق الباء ، الرَّحمن فوق الراء ،مالك يوم الدِّين فوق الدال ، إيَّاك نعبد فوق الياء ، إيَّاك نستعين فوق الياء ، اهدنا الصِّراط المستقيم فوق الصاد ، صراط الَّذين فوق اللام ، أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضَّالِّين فوق الضاد واللام .


(Fasal Tujuh)


Tempat-tempat tasydid dalam surah al-fatihah ada empat belas, yaitu:
1. Tasydid huruf “Lam” jalalah pada lafal (الله ).
2. Tasydid huruf “Ra’” pada lafal (( الرّحمن .
3. Tasydid huruf “Ra’” pada lapal ( الرّحيم).
4. Tasydid “Lam” jalalah pada lafal ( الحمد لله).
5. Tasydid huruf “Ba’” pada kalimat (ربّ العالمين ).
6. Tasydid huruf “Ra’” pada lafal (الرّحمن ).
7. Tasydid huruf “Ra’” pada lafal ( الرّحيم).
8. Tasydid huruf “Dal” pada lafal (الدّين ).
9. Tasydid huruf “Ya’” pada kalimat إيّاك نعبد) ).
10. Tasydid huruf “Ya” pada kalimat (وإيّاك نستعين ).
11. Tasydid huruf “Shad” pada kalimat ( اهدنا الصّراط المستقيم).
12. Tasydid huruf “Lal” pada kalimat (صراط الّذين ).
13. Tasydid “Dhad” pada kalimat (ولا الضالين).
14. Tasydid huruf “Lam” pada kalimat (ولا الضالين).

(فصل) يسن رفع اليدين في أربعة مواضع: عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الإعتدال وعند القيام من التشهد الأول .


(Fasal Delapan)


Tempat disunatkan mengangkat tangan ketika shalat ada empat, yaitu:
1. Ketika takbiratul ihram.
2. Ketika Ruku’.
3. Ketika bangkit dari Ruku’ (I’tidal).
4. Ketika bangkit dari tashahud awal.

فصل شروط السجود سبعة : أن يسجد على سبعة أعضاء وأن تكون جبهته مكشوفة والتحامل برأسة وعدم الهوى لغيره وأن لايسجد على شيء يتحرك بحركته وارتفاع أسافلة على أعالية والطمأنينة فية.


(Fasal Sembilan)

Syarat sah sujud ada tujuh, yaitu:
1. Sujud dengan tujuh anggota.
2. Dahi terbuka (jangan ada yang menutupi dahi).
3. Menekan sekedar berat kepala.
4. Tidak ada maksud lain kecuali sujud.
5. Tidak sujud ketempat yang bergerak jika ia bergerak.
6. Meninggikan bagian punggung dan merendahkan bagian kepala.
7. Thuma’ninah pada sujud.

(خاتمة) أعضاء السجود سبعة : الجبهة وبطون الكفين والركبتان وبطون الأصابع والرجلين


Penutup:
Ketika seseorang sujud anggota tubuh yang wajib di letakkan di tempat sujud ada tujuh, yaitu:
1. Dahi.
2. Bagian dalam dari telapak tangan kanan.
3. Bagian dalam dari telapak tangan kiri.
4. Lutut kaki yang kanan.
5. Lutut kaki yang kiri.
6. Bagian dalam jari-jari kanan.
7. Bagian dalam jari-jari kiri.


فصل) تشديدات التشهد إحدى وعشرون : خمس في أكمله وستة عشر في أقلة : التحيات على التاء والياء المباركات الصلوات على الصاد ، الطيبات على الطاء والياء ، لله على لام الجلالة ، السلام على السين ، عليك أيها النبي على الياء والنون والياء ، ورحمه الله على لام الجلاله ، وبركاته السلام على السين ، علينا وعلى عباد الله على لام الجلاله ، الصالحين على الصاد، أشهد أن لاإله على لام ألف ،إلا الله على لام ألف ولام الجلاله، وأشهدأن على النون ، محمدا رسول الله على ميم محمدا وعلى الراء وعلى لام الجلاله


(Fasal Sepuluh)


Dalam kalimat tasyahud terdapat dua puluh satu harakah (baris) tasydid, enam belas di antaranya terletak di kalimat tasyahud yang wajib di baca, dan lima yang tersisa dalam kalimat yang menyempurnakan tasyahud (yang sunah dibaca), yaitu:
1. “Attahiyyat”: harakah tasydid terletak di huruf “Ta’”.
2. “Attahiyyat”: harakah tasydid terletak di huruf “Ya’”.
3. “Almubarakatusshalawat”: harakah tasydid di huruf “Shad”.
4. “Atthayyibaat”: harakah tasydid di huruf “Tha’”.
5. “Atthayyibaat”: harakah tasydid di huruf “ya’”.
6. “Lillaah”: harakah tasydid di “Lam” jalalah.
7. “Assalaam”: di huruf “Sin”.
8. “A’laika ayyuhannabiyyu”: di huruf “Ya’”.
9. “A’laika ayyuhannabiyyu”: di huruf “Nun”.
10. “A’laika ayyuhannabiyyu”: di huruf “Ya’”.
11. “Warohmatullaah”: di “Lam” jalalah.
12. “Wabarakatuh, assalaam”: di huruf “Sin”.
13. “Alainaa wa’alaa I’baadillah”: di “Lam” jalalah.
14. “Asshalihiin”: di huruf shad.
15. “Asyhaduallaa”: di “Lam alif”.
16. “Ilaha Illallaah”: di “Lam alif”.
17. “Illallaah”: di “Lam” jalalah.
18. “Waasyhaduanna”: di huruf “Nun”.
19. “Muhammadarrasulullaah”: di huruf “Mim”.
20. “Muhammadarrasulullaah”: di huruf “Ra’”.
21. “Muhammadarrasulullaah”: di huruf “Lam” jalalah.

(فصل ) تشديدات أقل الصلاة على النبي أربع : اللهم على اللام والميم ، صل على اللام ، على محمد على الميم .

(Fasal Sebelas)


Sekurang-kurang kalimat shalawat nabi yang memenuhi standar kewajiban di tasyahud akhir adalah Alloohumma sholliy ’alaa Muhammad.
(Adapun).harakat tasydid yang ada di kalimat shalawat nabi tersebut ada di huruf “Lam” dan “Mim” di lafal “Allahumma”. Dan di huruf “Lam” di lafal “Shalli”. Dan di huruf “Mim” di Muhammad.



(فصل) أقل السلام : السلام عليكم تشديد السلام على السين 
(Fasal Dua Belas)

Sekurang-kurang salam yang memenuhi standar kewajiban di tasyahud akhir adalah Assalaamu’alaikum. Adapun Harakat tasydid yang ada di kalimat tersebut terletak di huruf “Sin”
Selengkapnya